Kamis, 26 Maret 2020

Apa itu isu ?

isu menurut KBBI adalah masalah yang dikedepankan (untuk ditanggapi dan sebagainya),  kabar yang tidak jelas asal usulnya dan tidak terjamin kebenarannya, kabar angin, desas-desus.
Isu, rumor, atau desas-desus adalah suatu konsekuensi atas beberapa tindakan yang dilakukan oleh satu atau beberapa pihak yang dapat menghasilkan negosiasi dan penyesuaian sektor swasta, kasus pengadilan sipil atau kriminal atau dapat menjadi masalah kebijakan publik melalui tindakan legislatif atau perundangan menurut Hainsworth & Meng. Sedangkan menurut Barry Jones & Chase isu adalah sebuah masalah yang belum terpecahkan yang siap diambil keputusannya. Isu merepresentasikan suatu kesenjangan antara praktik korporat dengan harapan-harapan para stakeholder.
Menurut Hainswort & Meng isu berada dalam empat tahap, yakni:

Tahap Permulaan
Pada tahap ini tidak ada isu yang tampak namun kondisi muncul dengan jelas yang berpotensi untuk berkembangnya menjadi sesuatu yang penting
Tahap Mediasi
Pada tahap ini isu telah berkembang dan memberikan pengaruh terhadap organisasi secara jelas.
Tahap Organisasi
Tahap organisasi adalah dimana isu sedang berkembang dan menjadi topik pembicaraan yang berkembang menjadi krisis.
Tahap Resolusi
Jika telah mencapai tahap ini, berarti adanya anggapan bahwa isu telah selesai. Namun, organisasi harus terus melakukan pemantauan untuk mencegah isu datang kembali.

Public Corporate - Corporate Communication

        Korporasi secara ertimologi, isitlah korporasi berasal dari beberapa bahasa, yaitu “corporatie” ( belanda), “corporation” (inggris), yang berasal dari kata “corporatio” didalam bahasa latin.
Menurut subekti dan tjitrosudibo, arti korporasi adalah orang orang yang berbentu badan hukum. Sedangkan menurut yan pramadya puspa, arti korporasi adalah suatu perseorangan yang merupakan badan hukum, disini dapat dilihat bahwa korporasi atau perseorangan adalah perkumpuan atau organisasi oleh hukum diperlukan seperti seorang manusia.
Korporasi memiliki beberapa bentuk, yaitu :
a. Korporasi publik, merupakan korporasi yang didirikan oleh pemerintah yang mempunyai tujuan untuk memenuhi tugas-tugas administrrasi dibidang urusan publik.
b. Korporasi privat, bertujuan untuk kepentingan pribadi yang bergerak dalam bidang keuangan, industri dan perdagangan. Di dalam korporasi privat sahamnya bisa dijual kepada masyarakat yang disebut dengan istilah go public
c. Korproasi publik quasi, bertujuan melayani kepentingan umum ( public service).
Menurut Tondowidjojo, kegiatan humas haruslah sistematis dan terencana, tetapi kadang-kadang juga perlu untuk berimprovisasi dan berinovasi. Suatu kebijakan harus dipertimbangkan, dirumuskan, direncanakan dan evaluasi. Untuk ini diperlukan analisis data yang diperoleh tentang organisasi dan lingkungannya. Seberapa jauh PR harus menapakkan kakinya ke peran internal atau fungsi eksternal, tentu saja sepenuhnya tergantung pada kebijakan manajemen. Hanya saja kalau kita menginjak pada tataran ideal fungsi PR, tentu saja keseimbangan peran internal dan eksternal adalah perlu. Seberapa jauh titik keseimbangan tersebut harus dijalankan tentu tergantung pada bidang gerak perusahaan/organisasi yang bersangkutan.
Kedudukan, peranan dan tugas Public Relations dalam sebuah organisasi (perusahaan/ pemerintahan), jelas sengatlah penting. Sehingga pelaksanaan aktivitasnya harus dikemas seefektivas mungkin. Dan ini di antaranya bisa diraih dengan cara mempesiapkan dan mengaplikasikan program kerja Public Relations dengan baik dan tepat.
Berbicara tentang kedudukan public relations dalam suatu organisasi apakah itu organisasi dalam bentuk instansi, perusahaan ataupun dalam suatu badan, secara umum public relations mempunyai kedudukan yang sangat strategis, yakni berada diantara dua pihak publik, baik untuk publik lingkup internal maupun untuk publik lingkup eksternal.
Hal ini menginsyaratkan bahwa seorang Public Relations sesuai fungsinya adalah sebagai “penyambung lidah” perusahaan atau organisasi, khususnya dalam hal mengadakan hubungan timbal balik dengan publik-publik yang berada didalam, dan umumnya dengan publik-publik yang berada diluar perusahaan atau organisasi. Selain itu, Public Relations tidak hanya bertugas sebagai penyampai informasi manajemen dari perusahaan atau organisasi kepada publiknya, melainkan juga merupakan saluran informasi dari publik kepada perusahaan atau organisasi. Informasi yang datang dari publik itu merupakan opini publik sebagai “feedback” daripada informasi yang disalurkan dari perusahaan atau organisasi itu. (Yulianita, 2007: 83)

Manajemen resiko dalam perusahaan - Manajemen isu

      Resiko adalah sebuah kepastian. Setiap orang pasti akan menemui hal tersebut, tak terkecuali Anda dan perusahaan Anda. resiko tentu dapat memberikan bahaya tersendiri bagi siapa yang menghadapinya, termasuk Anda dan perusahaan. Risiko hanya bisa dihadapi atau dihindari. menghadapi atau menghindari hal tersebut tidak bisa sembarangan, apalagi jika menyangkut perusahaan tempat Anda bekerja. Perlu sebuah cara khusus untuk menghadapi dan menghindari hal tersebut.
      Manajemen Risiko Perusahaan merupakan proses dalam merencanakan, mengatur, mengendalikan, dan memantau kegiatan Perusahaan untuk mengurangi risiko yang dapat berdampak pada kondisi pengelolaan permodalan dan pendapatan Perusahaan. Manajemen Risiko dalam Perusahaan mencakup risiko kredit, keuangan (likuiditas dan pendanaan), operasional, hukum dan peraturan, strategis/bisnis, dan risiko-risiko lain yang dihadapi Perusahaan dalam kegiatan sehari-hari.
      Dengan penerapan sistem manajemen risiko yang komprehensif, memungkinkan Perusahaan secara efektif mengelola paparan risiko sehingga dapat memperkirakan portofolio risiko dan melakukan tindakan-tindakan preventif dan memaksimalkan pencapaian laba.

SISTEM MANAJEMEN RISIKO
       Dengan semakin meningkatnya persaingan usaha, praktik manajemen risiko yang baik, terukur, dan terdokumentasi menjadi pilar utama dalam setiap proses pengambilan keputusan. Perusahaan beroperasi dalam lingkungan yang sangat dinamis ditandai dengan adanya kompetisi yang ketat, demografis pelanggan yang terus berkembang, kondisi peraturan perundang-undangan yang terus berubah dan iklim makroekonomi yang terus menantang. Manajemen senior bertanggung jawab  untuk mengendalikan secara efektif risiko-risiko yang dihadapi oleh Perusahaan untuk memperkirakan potensi risiko serta melaksanakan tindakan pencegahan. Hal ini memberikan kepastian terhadap pertumbuhan laba yang stabil dan sehat.
       Ada beberapa tujuan yang bisa dicapai perusahaan dalam melakukan manajemen risiko. Tujuan-tujuan tersebut adalah:
Melindungi perusahaan dari risiko ekonomi yang merugikan.
Melindungi rencana keuangan tetap lancar dan tak terganggu.
Menjaga penghasilan yang didapat perusahaan, sehingga penghasilan tersebut bisa dipakai untuk hal-hal yang penting.

Jumat, 20 Maret 2020

posisi dan fungsi komunikasi dalam Korporasi - Corporate Communication

Dalam mengelola Krisis, fungsi Komunikasi Korporasi dituntut dapat melakukan beberapa langkah sebagai berikut.
1. Fungsi Komunikasi Korporasi dapat memahami dengan baik masalah berdasarkan fakta yang ada. Tanpa adanya dukungan fakta yang jelas mengenai krisis, maka konfirmasi yang akan disampaikan dalam proses komunikasi adalah bersifat normative serta bias. Hal ini akan memperburuk pihak eksternal dalam memahami krisis yang ada.
2. menyusun scenario akan pengelolaan risiko dan solusi yang ada. Tahapan ini sangat penting untuk dilakukan sebelum melakukan proses komunikasi public. Komunikasi Korporasi harus dapat menentukan estimasi dampak atas beberapa pilihan langkah yang akan diambil dalam menangani krisis.
3. Komunikasi Korporasi mengetahui dengan baik mengenai stakeholder yang memiliki hubungan dengan krisis ini. Mengetahui pemahaman, reaksi serta penyusunan prioritas dalam berinteraksi lebih lanjut adalah hal yang penting untuk dilakukan.
4. Komunikasi Korporasi mampu membuka jalur komunikasi kepada masing –masing stakeholder, menyampaikan dengan runut latar belakang krisis, upaya solusi yang dilakukan dan update proses yang ada. Disisi lain, peran Komunikasi Korporasi sebagai center dan katalis dalam penanganan krisis harus berani dijalani dan dilaksanakan dengan pendekatan-pendekatan yang baik dan intens.
Melalui beberapa pendekatan ini, sedikit banyak posisi Korporasi akan jauh lebih efektif, dibandingkan dengan hanya menutup diri

Kamis, 19 Maret 2020

Manajemen isu - Tugas Pak Andes

Pengertian manajemen isu adalag proses manajemen yang bertujuan membantu mengurangi resiko, menciptakan kesempatan kesempatan serta mengelola imgar, sebagai sebuah aset organisasi. Baik untuk kepentingan organisasi atau kepentingan stakeholder
Menurut Barry Jones, Chase mendefinisikan “Manajemen Issue” sebagai ‘sebuah alat yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk mengidentifikasi, menganalisa dan mengelola berbagai issue yang muncul ke permukaan (dalam suatu masyarakat populis yang mengalami perubahan tanpa henti) serta bereaksi terhadap berbagai issue tersebut sebelum issue-issue tersebut diketahui oleh masyarakat luas.’ (Regester & Larkin, 2003:38).
Ada beberapa tujuan dalam manajemen isu yang berhubungan erat dengan praktisi Public Relations, sebagai berikut:

1. Untuk memahami isu, maka Public Relations harus dapat memahami motif publik yang memunculkan isu.
2. Untuk memonitor situasi, mendengarkan kritik & saran.
3. Untuk menentukan posisi isu dan memahami isu yang berkembang.
Menurut Hainsworth, sebuah issue diciptakan sebagai sebuah ide yang memiliki dampak potensial pada beberapa organisasi atau publik yang mengakibatkan tindakan yang menyebabkan peningkatan kesadaran dan/atau reaksi pada bagian dari organisasi atau publik lainnya. Dalam sebuah model yang dikembangkan oleh Hainsworth & Meng (Regester & Larkin, 2003: 48), proses ini dapat digambarkan sebagai siklus yang terdiri dari empat tahap berikut: sumber/origin, mediasi dan aplifikasi, organisasi dan resolusi.
1. Tahap Origin (Potential stage)
Pada tahap ini, tidak ada isu yang jelas dan tampak, namun kondisi muncul tampak jelas. Dalam tahap ini, ada liputan media yang signifikan, namun masyarakat, stakeholders, regulator atau organisasi/perusahaan yang sedang mengalami hal ini tidak mendefinisikan masalah.
2. Tahap Mediation dan Amplification (imminient stage/emerging)
Pada tahap ini media, masyarakat, stakeholder atau industri dan regulator dapat dengan jelas mendefinisikan isu. Selain itu, pada tahap ini isu sudah mulai memberi tekanan kepada organisasi.
3. Tahap Organization (Current stage dan critical stage)
Ini merupakan tahap akut, dimana krisis sudah menyerang, dan organisasi tidak punya pilihan lain kecuali melakukan tindakan. Saat ini organisasi tidak bisa diam lagi
4. Tahap Resolution (dormant stage)
Pada tahap ini, organisasi sudah mulai dapat mengatasi isu dengan baik, sehingga isu diasumsikan telah berakhir sampai seseorang memunculkan kembali dengan pemikiran dan persoalan baru atau muncul isu baru yang ternyata mempunyai keterkaitan dengan isu sebelumnya atau pada waktu peringatan saat isu mulai muncul pertama kali.

Senin, 16 Maret 2020

Karakteristik Excellence Communication - Corporate Communication Tugas Pak andes

Excellence Communication merupakan sebuah konsep yang diperoleh dari studi yang dilakukan pada tahun 1990-1991 oleh James Grunig beserta timnya mengenai aspek ideal peran Humas di dalam organisasi.
Excellence communication adalah aspek yang dapat membantu organisasi untuk menjadi lebih efektif dan memperoleh kemudahan dalam mencapai tujuannya. Hal ini dikarenakan, organisasi yang telah menjalankan Excellence Communication telah memiliki hubungan baik dengan semua publiknya, internal dan eksternal sehingga aktivitasnya dapat berjalan lancar tanpa ada hambatan.
Excellence Communication terdiri dari tiga aspek (sphere), yaitu knowledge core (dasar pengetahuan), shared expectations (harapan bersama dengan koalisi dominan), dan participative culture (budaya yang patisipatif di dalam organisasi) (Dozier & Grunig, 1995: 10)
 knowledge core merupakan dasar pengetahuan yang harus dimiliki oleh komunikator mengenai peran manajerial atau menjalankan majamenen strategi operasional dan bentuk komunikasi yang ideal di dalam organisasi. Di dalam knowledge core, dijelaskan komunikasi yang ideal menurut Excellence Communication adalah komunikasi dua arah antara organisasi dan publik. Komunikasi ini dapat berupa komunikasi yang asimetris dan simetris.
Aspek kedua dari Excellence Communication adalah shared expectation (harapan bersama dengan koalisi dominan). Suatu organisasi dapat menciptakan suatu program yang excellent dan meraih keberhasilan ketika komunikator atau Humas memiliki hubungan baik dengan koalisi dominan. Koalisi dominan adalah pihak yang berpengaruh di dalam organisasi baik dalam pengambilan keputusan maupun pembuatan kebijakan. Humas sebagai komunikator yang baik akan menjadi pihak yang dipercaya oleh koalisi dominan (Dozier & Grunig, 1995: 16).
Aspek terakhir yang tidak kalah penting adalah participative culture. Aspek ini membahas budaya organisasi yang tepat bagi pelaksanaan Excellence Communication. Budaya organisasi berpengaruh terhadap keberhasilan Excellence Communication.Organisasi tidak akan menjadi efektif dan gagal untuk menghasilkan program yang Excellence ketika budaya yang ada di organisasi adalah otoriter, dimana terdapat dominasi hirarki kepemimpinan, karyawan tidak bisa menyatakan pendapat mengenai keputusan atau kebijakan organisasi, tidak ada kerjasama, dan tidak terbuka dengan masukan dari luar. Budaya organisasi yang tepat bagi Excellence Communication adalah budaya yang partisipatif yang menghargai kerjasama (Dozier & Grunig, 1995: 17).

Pengertian Corporate Communication

Corporate Communication ( Komunikasi korporat ) merupakan cara organisasi atau perusahaan dalam berkomunikasi dengan baik, agar dapat menangani segala upaya membangun serta mempertahankan citra perusahaan yang positif di mata publik, dengan menjalin komunikasi baik secara internal maupun eksternal.
Dalam buku Essentials Corporate Communication oleh Cees van Riel dan Charles Fombrun, Komunikasi Korporat dapat didefinisikan sebagai “serangkaian kegiatan yang termasuk dalam pengelolaan dan pengaturan segala komunikasi internal dan eksternal yang ditujukan untuk menciptakan titik awal yang menguntungkan dengan para pemilik kepentingan, tempat di mana perusahaan bergantung. Komunikasi perusahaan terdiri dari penyebaran informasi oleh sebuah divisi ahli dalam sebuah organisasi, dengan tujuan umum meningkatkan kemampuan organisasi untuk mempertahankan lisensi untuk beroperasi”
Sedangkan menurut Grunig dan Hunt (1984) dalam bukunya, Four Models of Public relations yang dikutip dari buku Strategi Public relations. menjelaskan corporate communication adalah komunikasi dua arah asimetris atau simetris untuk membujuk audiensi atau komunikan (misalnya unttuk pembelian barang atau jasa) atau untuk membentuk suatu relationship.
Jika dulu para media relations hanya menggunakan media cetak atau media televisi untuk membangun citra perusahaan, Kini media sosial sudah mendapatkan peran terpenting dalam startegi komunikasi corporate communication di berbagai organisasi atau perusahaan, media sosial sangat cepat dalam menyebarkan informasi sehingga para PRO pun berlomba lomba dalam membuat citra yang baik untuk organisasi atau perusahaannya, dengan mengandalkan media sosial hal itu sangat mudah di lakukan, namun tak bisa di pungkiri pula  media sosial juga dapat membuat isu buruk tentang perusahaan kita, maka dari itu memanajemen isu sangat diperlukan dalam hal ini.
Tugas utama corporate communication adalah, untuk menyempurnakan citra  atau profil perusahaan menjadi lebih baik, untuk melaksanakan prosedur yang efektif dalam membuat keputusan, menggerakan dukungan baik secara internal maupun eksternal demi mencapai cita cita perusahaan.

Jenis- Jenis Digital marketing - PR Digital

Apa itu digital marketing ? digital marketing merupakan strategi pemasaran yang mengandalkan media digital dan internet.  Dewasa ini, perusa...