Pengertian manajemen isu adalag proses manajemen yang bertujuan membantu mengurangi resiko, menciptakan kesempatan kesempatan serta mengelola imgar, sebagai sebuah aset organisasi. Baik untuk kepentingan organisasi atau kepentingan stakeholder
Menurut Barry Jones, Chase mendefinisikan “Manajemen Issue” sebagai ‘sebuah alat yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk mengidentifikasi, menganalisa dan mengelola berbagai issue yang muncul ke permukaan (dalam suatu masyarakat populis yang mengalami perubahan tanpa henti) serta bereaksi terhadap berbagai issue tersebut sebelum issue-issue tersebut diketahui oleh masyarakat luas.’ (Regester & Larkin, 2003:38).
Ada beberapa tujuan dalam manajemen isu yang berhubungan erat dengan praktisi Public Relations, sebagai berikut:
1. Untuk memahami isu, maka Public Relations harus dapat memahami motif publik yang memunculkan isu.
2. Untuk memonitor situasi, mendengarkan kritik & saran.
3. Untuk menentukan posisi isu dan memahami isu yang berkembang.
Menurut Hainsworth, sebuah issue diciptakan sebagai sebuah ide yang memiliki dampak potensial pada beberapa organisasi atau publik yang mengakibatkan tindakan yang menyebabkan peningkatan kesadaran dan/atau reaksi pada bagian dari organisasi atau publik lainnya. Dalam sebuah model yang dikembangkan oleh Hainsworth & Meng (Regester & Larkin, 2003: 48), proses ini dapat digambarkan sebagai siklus yang terdiri dari empat tahap berikut: sumber/origin, mediasi dan aplifikasi, organisasi dan resolusi.
1. Tahap Origin (Potential stage)
Pada tahap ini, tidak ada isu yang jelas dan tampak, namun kondisi muncul tampak jelas. Dalam tahap ini, ada liputan media yang signifikan, namun masyarakat, stakeholders, regulator atau organisasi/perusahaan yang sedang mengalami hal ini tidak mendefinisikan masalah.
2. Tahap Mediation dan Amplification (imminient stage/emerging)
Pada tahap ini media, masyarakat, stakeholder atau industri dan regulator dapat dengan jelas mendefinisikan isu. Selain itu, pada tahap ini isu sudah mulai memberi tekanan kepada organisasi.
3. Tahap Organization (Current stage dan critical stage)
Ini merupakan tahap akut, dimana krisis sudah menyerang, dan organisasi tidak punya pilihan lain kecuali melakukan tindakan. Saat ini organisasi tidak bisa diam lagi
4. Tahap Resolution (dormant stage)
Pada tahap ini, organisasi sudah mulai dapat mengatasi isu dengan baik, sehingga isu diasumsikan telah berakhir sampai seseorang memunculkan kembali dengan pemikiran dan persoalan baru atau muncul isu baru yang ternyata mempunyai keterkaitan dengan isu sebelumnya atau pada waktu peringatan saat isu mulai muncul pertama kali.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar