Menurut subekti dan tjitrosudibo, arti korporasi adalah orang orang yang berbentu badan hukum. Sedangkan menurut yan pramadya puspa, arti korporasi adalah suatu perseorangan yang merupakan badan hukum, disini dapat dilihat bahwa korporasi atau perseorangan adalah perkumpuan atau organisasi oleh hukum diperlukan seperti seorang manusia.
Korporasi memiliki beberapa bentuk, yaitu :
a. Korporasi publik, merupakan korporasi yang didirikan oleh pemerintah yang mempunyai tujuan untuk memenuhi tugas-tugas administrrasi dibidang urusan publik.
b. Korporasi privat, bertujuan untuk kepentingan pribadi yang bergerak dalam bidang keuangan, industri dan perdagangan. Di dalam korporasi privat sahamnya bisa dijual kepada masyarakat yang disebut dengan istilah go public
c. Korproasi publik quasi, bertujuan melayani kepentingan umum ( public service).
Menurut Tondowidjojo, kegiatan humas haruslah sistematis dan terencana, tetapi kadang-kadang juga perlu untuk berimprovisasi dan berinovasi. Suatu kebijakan harus dipertimbangkan, dirumuskan, direncanakan dan evaluasi. Untuk ini diperlukan analisis data yang diperoleh tentang organisasi dan lingkungannya. Seberapa jauh PR harus menapakkan kakinya ke peran internal atau fungsi eksternal, tentu saja sepenuhnya tergantung pada kebijakan manajemen. Hanya saja kalau kita menginjak pada tataran ideal fungsi PR, tentu saja keseimbangan peran internal dan eksternal adalah perlu. Seberapa jauh titik keseimbangan tersebut harus dijalankan tentu tergantung pada bidang gerak perusahaan/organisasi yang bersangkutan.
Kedudukan, peranan dan tugas Public Relations dalam sebuah organisasi (perusahaan/ pemerintahan), jelas sengatlah penting. Sehingga pelaksanaan aktivitasnya harus dikemas seefektivas mungkin. Dan ini di antaranya bisa diraih dengan cara mempesiapkan dan mengaplikasikan program kerja Public Relations dengan baik dan tepat.
Berbicara tentang kedudukan public relations dalam suatu organisasi apakah itu organisasi dalam bentuk instansi, perusahaan ataupun dalam suatu badan, secara umum public relations mempunyai kedudukan yang sangat strategis, yakni berada diantara dua pihak publik, baik untuk publik lingkup internal maupun untuk publik lingkup eksternal.
Hal ini menginsyaratkan bahwa seorang Public Relations sesuai fungsinya adalah sebagai “penyambung lidah” perusahaan atau organisasi, khususnya dalam hal mengadakan hubungan timbal balik dengan publik-publik yang berada didalam, dan umumnya dengan publik-publik yang berada diluar perusahaan atau organisasi. Selain itu, Public Relations tidak hanya bertugas sebagai penyampai informasi manajemen dari perusahaan atau organisasi kepada publiknya, melainkan juga merupakan saluran informasi dari publik kepada perusahaan atau organisasi. Informasi yang datang dari publik itu merupakan opini publik sebagai “feedback” daripada informasi yang disalurkan dari perusahaan atau organisasi itu. (Yulianita, 2007: 83)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar