Excellence communication adalah aspek yang dapat membantu organisasi untuk menjadi lebih efektif dan memperoleh kemudahan dalam mencapai tujuannya. Hal ini dikarenakan, organisasi yang telah menjalankan Excellence Communication telah memiliki hubungan baik dengan semua publiknya, internal dan eksternal sehingga aktivitasnya dapat berjalan lancar tanpa ada hambatan.
Excellence Communication terdiri dari tiga aspek (sphere), yaitu knowledge core (dasar pengetahuan), shared expectations (harapan bersama dengan koalisi dominan), dan participative culture (budaya yang patisipatif di dalam organisasi) (Dozier & Grunig, 1995: 10)
knowledge core merupakan dasar pengetahuan yang harus dimiliki oleh komunikator mengenai peran manajerial atau menjalankan majamenen strategi operasional dan bentuk komunikasi yang ideal di dalam organisasi. Di dalam knowledge core, dijelaskan komunikasi yang ideal menurut Excellence Communication adalah komunikasi dua arah antara organisasi dan publik. Komunikasi ini dapat berupa komunikasi yang asimetris dan simetris.
Aspek kedua dari Excellence Communication adalah shared expectation (harapan bersama dengan koalisi dominan). Suatu organisasi dapat menciptakan suatu program yang excellent dan meraih keberhasilan ketika komunikator atau Humas memiliki hubungan baik dengan koalisi dominan. Koalisi dominan adalah pihak yang berpengaruh di dalam organisasi baik dalam pengambilan keputusan maupun pembuatan kebijakan. Humas sebagai komunikator yang baik akan menjadi pihak yang dipercaya oleh koalisi dominan (Dozier & Grunig, 1995: 16).
Aspek terakhir yang tidak kalah penting adalah participative culture. Aspek ini membahas budaya organisasi yang tepat bagi pelaksanaan Excellence Communication. Budaya organisasi berpengaruh terhadap keberhasilan Excellence Communication.Organisasi tidak akan menjadi efektif dan gagal untuk menghasilkan program yang Excellence ketika budaya yang ada di organisasi adalah otoriter, dimana terdapat dominasi hirarki kepemimpinan, karyawan tidak bisa menyatakan pendapat mengenai keputusan atau kebijakan organisasi, tidak ada kerjasama, dan tidak terbuka dengan masukan dari luar. Budaya organisasi yang tepat bagi Excellence Communication adalah budaya yang partisipatif yang menghargai kerjasama (Dozier & Grunig, 1995: 17).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar