Sabtu, 18 April 2020

Tentang Film Dokumenter The Lockdown : One Month in Wuhan



Pandemi Covid-19 merupakan virus berbahaya yang sedang ditakuti oleh seluruh dunia, si kecil yang mendunia itu sebutannya yang cocok untuk menggambarkan pandemi Covid-19. Virus ini pertama kali muncul di kota Wuhan,Tiongkok pada akhir desember 2019. Tepatnya di pasar hewan dan makanan laut di kota wuhan sehingga orang pertama kali dinyatakan terjangkit virus ini merupakan para pedagang di pasar tersebut. Covid-19 merupakan virus yang menyerang sistem pernafasan, menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu, infeksi pada paru paru ( pneumonia ) hingga kematian. Penyebaran nya yang sanggat cepat membuat virus ini menjadi satu satunya virus yang mematikan dan ditakuti oleh dunia.

Film dokumenter the lockdown : one month in wuhan, adalah film yang menceritakan bagaimana awal mula kota Wuhan di lockdown akibat virus corona atau covid-19 hingga mereka berhasil sedikit menanggani wabah tersebut. Dalam film ini turut menceritakan terkait wabah virus corona yang dianggap hanya seperti flu biasa. Sehingga muncul seorang dokter di Wuhan bernama Li Wen Liang menyampaikan sebuah informasi bahayanya Covid-19 kepada pemerintahan setempat, namun pada saat itu di anggap angin lalu saja oleh pemerintah, sehingga ia lelah untuk mengingatkan masyarakat tentang bahayanya virus corona ini sebelum lockdown diterapka, namun nyatanya malah ia yang ditegur oleh warga setempat, hingga dia juga menjadi sakit parah karena Corona virus. Pada 7 februari 2020 dokter Li meninggal dunia. Setelah itu terdapat 3000 tenaga medis terinfeksi di china, terbanyak terdapat di Wuhan.

Lewat film ini pula, kita juga membahas bagaimana perjuangan tenaga medis disana yang meninggalkan anak dan keluarga untuk tetap membantu massyarakat yang terdampak virus corona ini, beruntungnya mereka tidak sendiri, ada jutaan orang yang membantu dan mendukung perjuangan tim medis termasuk  pemerintah dan organisasi kesehatan dunia (WHO), mereka bekerja selama 6 jam selama shift, mereka tidak bisa minum,makan atau pergi ke toilet.

Dokter zhao zhigang merupakan dokter pertama yang bekerja menanggani dampak virus di wuhan, ia melakukan berbagai tes hingga CT Scan kepada pasien yang dianggap terkena virus corona ini, untuk mengetahui apakah ia terkena penyakit pneumonia. Pasien dokter zhao tidak pernah mengunjungi pasar makanan laut, namun virus ini sudah menyebar dimana mana. Dua hari kemudian, dikonfimasi bahwa dokter zhao terinfeksi virus corona ia merasa ingin pulang kerumah,ia mulai merasa dingin dan merasa capek. Dan setelah di cek memiliki suhu tubuh 37,5 derajat celcius. Dan Ia merasa hancur pada saat itu.

Hari kedua terjadinya lockdown ini, pemerintah setempat mulai merancang untuk membuat rumah sakit untuk pasien dampak covid-19 yaitu  Huoshenshan Hospital terdapat 1600 kamar khusus pasien virus corona. Pada february, terdapat 10.000 tenaga medis dari china datang untuk membantu. Dokter dan perawat dari 16 provinsi juga dirancang untuk membantu kota-kota di sekitar wuhan.

Aktivitas outdoor di wuhan pun ditiadakan, penjagaan ketat juga dilakukan di seluruh rumah warga, untuk mengurangi penularan covid-19. Didalam film tersebut juga memperlihatkan hanya tim medis dan relawan yang memiliki andil dalam penangganan covid-19 yang diizinkan untuk beraktivitas di luar rumah, namun mereka harus tetap menggunakan APD lengkap, para relawan juga melakukan tes kesehatan pada masyarakat dengan mendatangi rumah mereka untuk melakukan tes covid-19 dan memeriksa suhu tubuh oraang-orang tersebut.

Dalam film ini juga menceritakan banyak orang yang tidak bisa pulang kerumahnya, ketakutan dengan adanya pandemi covid-19 tersebut. salah satu pasien muslim disana diperlakukan dengan baik, diberikan makanan halal serta fasilitass yang sama dengan pasien lainnya, walaupun mayoritas disana merupakan non muslim tetapi mereka tetap menjaganya.
Setelah satu bulan menjalankan lockdown, sepertinya sudah semakin banyak provinsi yang melihat peningkatan dalam kasus yang telah di konfirmasi. Di wuhan, pasien dengan gejala virus corona tidak perlu menunggu berhari-hari unruk melakukan tes.

Dari film ini kita belajar bagaimana menghargai setiap usaha seseorang, covid 19 selain menjadi ujian bagi kesehatan masyarakat, pandemi ini juga menjadi ujian bagi solidaritas dan kepedulian membantu dalam diri kita masing-masing, banyak dari kita percaya akan pertolongan tuhan namun mengabaikan pertolongan serta imbauan manusia, padahal bisa saja hal hal dari manusia tersebut merupakan sarana Tuhan dalam menolong umat-Nya dengan bantuan manusia lainnya.

Semoga kita semua senantiasa di lindungi oleh Allah SWT, Stay safe, stay healty, untuk indonesia tercinta :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jenis- Jenis Digital marketing - PR Digital

Apa itu digital marketing ? digital marketing merupakan strategi pemasaran yang mengandalkan media digital dan internet.  Dewasa ini, perusa...